|
|
| Pertumbuhan Ekonomi 2007 Tertinggi Sejak Krisis |
| Jumat, 11 Januari 2008 | |
|
Jakarta ( Berita ) : Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menyatakan pertumbuhan ekonomi 2007 yang diperkirakan mencapai 6,3 persen merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak krisis 1997.
Menurut dia, dalam konferensi pers hasil rapat dewan gubernur (RDG) BI di Jakarta, Selasa, mengatakan pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada 2007 tersebut terutama didorong oleh konsumsi dan ekspor serta didukung dengan membaiknya iklim investasi. “Pencapaian ini cukup signifikan, terutama jika kita ingat bahwa pada tahun 2007 perekonomian kita dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan sebagai akibat dari krisis surat utang ’subprime mortgage’ di Amerika Serikat yang mendorong gejolak di pasar uang internasional dan meningkatnya harga minyak dunia,” katanya. Selain itu menurut dia pertumbuhan ekonomi tahun 2007 lebih berkualitas dibandingkan dengan tahun 2006 bila di lihat dari pengurangan pengangguran dan penyerapan tenaga kerja. Selain itu, indeks gini juga menunjukan perbaikan. “Rasio antara daerah, gini rasio jawa luar jawa, gini rasio desa kota menunjukan perbaikan,” katanya. Sementara itu untuk tahun 2008, meski ditengah ketidakpastian global pihaknya tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di level 6,2-6,8 persen. “‘On the base of uncertanty’ (di dalam ketidak pastian) karena ekonomi global turun kita masih lebih optimistik dari lembaga dunia lainnya dengan inflasi turun terus-menerus,” katanya. Sementara itu, Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Made Sukada mengatakan pertumbuhan ekonomi tahun 2007 selain didorong oleh daerah DKI jKarta dan Banten juga Jawa, Bali, dan nusa tenggara. LDR Tertinggi Selain itu, menurut Burhanuddin, rasio pinjaman atas simpanan (LDR) pada 2007 juga yang tertinggio sejak krisis yang menunjukan semakin membaiknya intermediasi perbankan. “Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi,dari pertumbuhan dana pihak ketiga selama tahun 2007, telah berhasil menaikan LDR perbankan mencapai 69,9 persen, yang merupakan tertinggi sejak krisis,” katanya. Sedangkan penyaluran kredit perbankan ke masyarakat hingga November 2007 telah mencapai Rp1.004,6 triliun atau tumbuh 20,6 persen (”year to date”/ytd). “Khusus bulan november , kredit tumbuh Rp23,5 triliun, sehingga secara tahunan kredit telah tumbuh sebesar 24,3 persen (”year on year”/yoy),” katanya. Sedangkan kredit bermasalah (NPL) bruto turun dari 6,98 persen menjadi 5,41 persen, sedangkan untuk netonya turun dari3,63 persen menjadi 2,29 persen. Deputi Gubernur BI Miliaman D Hadad mengatakan, untuk tahun 2008 pihaknya akan terus mencermati kredit yang disalurkan. Hal ini terkait dengan dampak kenaikan harga minyak bagi industri yang memiliki komponen minyak yang tinggi. ( ant ) Comments (0)
![]() Write comment
Copyright 2007. All Rights Reserved. |
| < Prev | Next > |
|---|
