|
|
| Kadin Desak Krisis Listrik Segera Diatasi |
| Senin, 30 Juni 2008 | |
|
JAKARTA--MI: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak pemerintah cq Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera mengatasi krisis daya listrik dengan membangun sinergi tiga BUMN yaitu PLN, Pertamina, dan BUMN penghasil batu bara. "Pelaku usaha meminta Departemen ESDM sebagai departemen yang paling bertanggung jawab secara teknis, untuk segera mengatasi krisis daya listrik, karena eksesnya terhadap dunia usaha mulai bermunculan di mana-mana," kata Ketua Komite Tetap Bidang Moneter dan Fiskal Bambang Soesatyo di Jakarta, Minggu (29/6). Ia mengatakan pemadaman listrik yang sering terjadi akhir-akhir ini tidak hanya mengganggu proses produksi dan merugikan pengusaha, tapi juga menghambat masuknya investasi ke Indonesia. "Bagi calon investor asing, kondisi ini dianggap sebagai bukti bahwa infrastruktur kita benar-benar tidak siap," ujar Bambang. Karena itu, ia berharap pemerintah khususnya Menteri ESDM tidak menyederhanakan persoalan krisis listrik, namun segera bertindak menyelamatkan pasokan energi yang dibutuhkan PLN. "Pemerintah perlu mengumpulkan para direksi PLN, Pertamina dan BUMN batubara untuk berbagi tanggungjawab sama besar dalam mengatasi krisis daya listrik tersebut. Instruksikan ketiga BUMN itu untuk segera membangun sinergi, menutup kebutuhan energi PLN," kata Bambang. Ia mengatakan cepat atau lambat, krisis daya listrik saat ini akan melahirkan persoalan sangat serius bagi perekonomian nasional, sehingga PLN, Pertamina dan BUMN batubara tidak boleh lagi ego sektoral. Bambang juga mengatakan tidak perlu menanggapi secara serius pernyataan PLN akan memberikan konpensasi kerugian akibat pemutusan listrik, karena tidak seimbang dengan kerugian yang diderita dunia usaha, baik kerugian langsung maupun potensi rugi akibat gagal memenuhi pesanan tepat waktu. "Yang kami dengar saat ini adalah bagaimana PLN segera mengatasi defisit (listrik) tersebut, baik akibat kerusakan teknis maupun akibat gagal bayar hingga tidak ada pasokan batu bara," ujarnya. (Ant/OL-06) MI - Senin, 30 Juni 2008 |
| < Prev | Next > |
|---|